7 Hal yang Bosmu atau Klienmu Perlu Ketahui tentang UX

25 Dec 2014 · by Admin Person

Sering kita temui adanya misunderstanding tentang UX. Tetapi itu wajar. Namanya juga istilah yang baru dan cukup hits di kalangan industri (terutama digital), persepsi dan pemahaman tentang UX sangat beragam.

Tapi jika kamu seorang agency/konsultan UX yang memiliki klien, atau sedang bekerja jadi desainer UX, berikut ini ada 7 hal yang bisa kamu sampaikan apa yang perlu mereka ketahui tentang UX.

1. UX itu iteratif

iterative-design-process.jpg Iterative Design Process by Jakob Nielsen http://www.nngroup.com/articles/parallel-and-iterative-design/

"Kok desainnya gini?”, “Kok ndesain gitu aja lama?”… Mungkin bagi desainer ungkapan-ungkapan semacam itu sudah biasa didengar. Banyak yang berharap suatu desain itu sekali jadi dan selesai. Padahal seiring pengembangan ide-ide terus muncul dan itu cukup membingungkan bagi desainer. Jadi, kamu bisa jelaskan bahwa proses desain itu iteratif, selalu ada perubahan-perubahan dan tidak akan pernah berhenti berubah Beri contoh saja Facebook, Google, Twitter. Dari rilis sampe sekarang, desainnya berubah terus kan? ;)

2. User research itu vital

user-research.jpg

Terkadang seorang project manager ketika memulai project langsung melakukan development. Atau bahkan seorang CEO suatu startup (yang kadang merangkap sebagai developer) langsung terburu-buru membuat aplikasinya jadi tanpa melihat usernya. Di samping dari sisi bisnis memerlukan market research, tapi dengan melakukan percakapan satu-per-satu (observation) dengan user kita dapat membuat persona yang merepresentasikan apa yang dapat kita pelajari tentang user. Dari persona itu kita juga dapat memahami target user kita sehingga desainnya bisa disesuaikan.

3. Tidak ada standar “UX Process“

no-standard-ux-process.jpg

Berbeda dengan proses lainnya seperti development ataupun manufacturing di suatu perusahaan, UX tidak ada standar baku untuk tahapan dan metodologinya. Selain UX bisa dibilang hal yang baru, proses UX terdiri dari taktik dan pendekatan-pendekatan tertentu dibanding proses formal lainnya. Tiap tim mungkin memiliki pendekatannya masing-masing, tapi no one UX process to rule them all. Meski begitu, sekarang ini terdapat banyak pendekatan untuk mendesain UX yang bagus. Contohnya seperti Double Diamond Design Process, Lean UX, Agile UX, dan sebagainya. Tentunya tiap proses punya karakteristiknya masing-masing.

4. UX bukan UI

ux-is-not-ui.jpg

Kesalahpahaman klasik mengenai UX yaitu masih banyak orang mengira bahwa UX dan UI itu sama. Atau mungkin mereka masih belum bisa membedakan UX dan UI itu sendiri. Artikel ini dapat kamu baca untuk membantu menjawab pertanyaan tentang perbedaannya. Pada intinya, UX is more than UI! UX adalah apa yang dirasakan user secara menyeluruh, sedangkan UI hanyalah alat (tool) untuk mencapai UX yang diharapkan itu sendiri.

5. Usability testing sangat penting

usability-testing.jpg

http://www.curveagency.com/blog/user-experience/responsive-wireframe-usability-testing-tips-and-tricks

“Desainnya kan udah bagus, kenapa masih perlu dites lagi?”… Ingat, you are not your users. Kita mungkin bisa pakai desain best practices yang ada sekarang, gunakan design pattern yang baik, melakukan riset-riset. Tapi apakah kita bisa tahu reaksi user secara langsung ketika menggunakan? Cara yang baik yaitu harus mencobakannya langsung ke user. Dengan begitu kita akan dengan langsung melihat apa saja yang user alami. Di situlah kita bisa evaluasi masalah yang benar terjadi di user.

6. Usability itu bukan UX

5-Mobile-Website-Usability-Rules-You-Cannot-Afford-To-Break.jpg

Mungkin beberapa orang sudah mengerti apa yang dimaksud dengan usability (kebergunaan). Ibarat ada sebuah tool (atau disebut UI) yang digunakan user, usability itu kemampuan dari tool itu untuk membantu user menyelesaikan tugasnya. Secantik-cantiknya UI, kalau ternyata user gagal menggunakannya berarti usability-nya kurang bagus. Nah, apakah UX cukup di situ? Ternyata tidak, UX jauh lebih luas. Usability hanya salah satu bagian dari UX itu sendiri. Karena untuk menempuh UX yang baik tidak hanya membuat UI yang usable, tapi keseluruhan hal yang akan dialami oleh user.

7. Jarang ada superman UX

Superman-UX.jpg http://www.uxforthemasses.com/blog/assets/uploads/2013/11/Superman-UX.jpg

Kalau kita tahu ada seorang superman developer, yang mana mengerjakan semua bagiannya sendiri. Begitu juga dengan UX, akan sulit jika UX dikerjakan sendirian. Kita tahu bahwa UX itu sendiri bidang yang sangat luas, melalui beberapa tahapan, dan juga multidisiplin. Jadi akan lebih baik jika untuk UX itu sendiri dibagi spesialisasinya. Mungkin ada yang ahli bagian research, ethnography, copywriting, usability, testing, prototyping, atau seorang UX manager. Jadi jangan harap untuk menggantungkan satu orang untuk keseluruhan UX ya ;)


Sekian 7 hal yang mungkin bisa untuk belajar. Mungkin masih banyak lagi poin-poin yang bisa diambil dari sudut pandang yang lain juga. Kalau ada usulan lain, silakan beri komentar di artikel ini.

Referensi: http://uxmag.com/articles/seven-things-your-boss-needs-to-know-about-ux

by Trias Nur Rahman


SHARE AND SUPPORT