Belajar UX Strategy, Interaksi dan penciptaan produk dari Linkedin, Gmail, dan Mailchimp

08 Nov 2014 · by Admin Person

Linkedin, Gmail dan MailChimp . mungkin tidak semuanya kita gunakan secara aktif, tapi kita semua sepakat bahwa ketiga perusahaan teknologi ini memiliki fitur yang nyaman digunakan. Berikut adalah beberapa strategi yang bisa kita pelajari dari ketiga perusahaan Teknologi ini

Linkedin – Memandu Pengguna (Guided Action)

Pengguna atau User mungkin akan melakukan sesuatu jika dia diminta untuk melakukannya. Ada perbedaan besar antara mengharapkan pengguna untuk melakukan sesuatu, dan meminta mereka secara khusus untuk melakukannya.

Tahu fitur Endorsement di LinkedIn pasti. dimana setiap orang bisa meng-endorse teman mereka dengan berbagai keahlian yang dimiliki teman mereka.

ketika LinkedIn memperkenalkan fitur Endorsements, Linkedin tidak mengharapkan user untuk mencari tahu bagaimana menggunakannya. Sebaliknya, mereka menempatkan fitur ini di bagian atas halaman profil dan sangat terlihat mencolok.

linkedin-endorsement.jpg

Jika anda ingin User/Pengguna melakukan sesuatu. mintalah mereka melakukannya tanpa ragu ragu. tapi tentu dengan cara yang elegan dan tidak terkesan memaksa.

Gmail – Pesan di setiap tindakan user (Feedback)

Semua akan sepakat jika Gmail adalah layanan email yang memiliki tingkat kenyamanan tinggi saat menggunakannya. Kita akan selalu mendapatkan pesan setelah kita mengirim email, menghapus email, memindahkan email ke suatu folder, bahkan ketika kita sedang menulis email, Gmail akan memberitahukan bahwa email yang kita tulis telah mereka simpan sebagai draft, sehingga kita tidak perlu khawatir jika sewaktu waktu komputer mengalami gangguan dan terpaksa dimatikan.

Sebuah hal yang simpel, sangat simpel. tapi memberikan kenyamanan kepada para penggunanya. Gmail selalu memberikan pesan di setiap tindakan yang dilakukan oleh user. bahkan dilengkapi dengan Tombol “Learn More” jika user ingin tahu apa yang baru saja dilakukannya. dan Tombol “Undo“, jika user melakukan kesalahan atau ingin mengembalikan email ke tempat semula.

05-law-of-feedback1.jpg

Jangan pernah meninggalkan user dengan ketidakjelasan, setelah user melakukan sesuatu. Berikanlah pesan. sehingga user merasa jelas.

Paling tidak Rangga menyadari akan hal itu dan setelah 12 tahun akhirnya dia kembali menghubungi Cinta.

Mailchimp – Menciptakan produk seolah olah mahluk hidup (List of Personality)

Mailchimp, layanan pengiriman email yang bisa dicustom atau dimodifikasi sehingga menjadi email yang mudah dibaca dan terlihat menarik. saat menggunakan MailChimp user merasa dengan mudah menggunakannya. panduan untuk merangkai email menjadi sesuatu yang indah juga dengan mudah didapatkan user.

mailchimp.jpg

Hal ini tidak lain karena terdapat sebuah guideline dalam penciptaan produk di MailChimp, sehingga menjadi acuan bagi designer dan penulis konten. Kate Kiefer Lee (MailChimp Team) mengatakan bahwa MailChimp itu:

  1. menyenangkan tapi tidak kekanak-kanakan (fun but not childish)
  2. pintar tapi tidak konyol (clever but not silly)
  3. Powerful tapi tidak rumit (powerful but not complicated)
  4. Pintar tapi tidak kolot (smart but not stodgy)
  5. keren tapi tidak terasa asing (cool but not alienating)
  6. informatif tapi tidak ceroboh (informal but not sloppy)
  7. membantu tapi tidak arogan (helpful but not overbearing)
  8. ahli di bidangnya tapi tidak terkesan semena-mena (expert but not bossy)

Sumber:

  1. http://www.uie.com/articles/human_content/
  2. http://99designs.com/designer-blog/2014/01/15/7-unbreakable-laws-of-user-interface-design/

SHARE AND SUPPORT